Belajar dari Orang - orang Desa
Menyaksikan orang-orang bersahaja terasa menggetarkan hati. Kebetulan tempat kerjaku di sebuah perusahaan yang terletak di dekat bukit yang masih ditumbuhi rerimbunan ladang penduduk sekitar. Aku cukup menikmati pekerjaanku, karena salah satunya ya lokasinya itu. Ketika pagi datang aku disambut oleh pemandangan bebukitan yang terselimuti kabut tipis, dan jauh di sebelah selatannya nampak berdiri kokoh gunung ungaran yang panoramanya terlihat lebih elok ketika tertimpa semburat mentari pagi. Ketika sore menjelang senja, tampak keteduhan seakan nyaris terasa sempurna, seakan kedamaian terasa mengalir di sekujur jiwa saat melayangkan pandangan nun jauh kesana. Angin semilir bebukitan cukup mengusir hawa gerah yang disebabkan panas mesin-mesin industri. Namun tak kalah menariknya ketika menyaksikan orang-orang desa yang pagi berangkat dan sore pulang ke dan dari ladang tempat mereka melewatkan kesehariannya. Mereka begitu nampak sederhana dan bersahaja. Melihat mereka membuat pikiranku terusik, alangkah tentramnya hidup mereka. Dengan kesederhanaannya membuat mereka tidak ngoyo dalam menjalani kehidupan. Mereka tidak menjejali otaknya dengan keinginan-keinginan seperti kebanyakan orang-orang jaman sekarang, sehingga membuat mereka "sumeleh" yang terlihat dari penampilannya dan caranya dalam menjalani kehidupan.
Aku jadi berpikir, Ah seandainya saja kita yang mengaku orang modern ini yang konon katanya lebih maju dalam berpikir bisa mengaplikasikan kesahajaan orang-orang desa itu dalam kehidupan modern kita mungkin hidup ini akan terasa lebih simpel dan tidak rumit.
Aku jadi berpikir, Ah seandainya saja kita yang mengaku orang modern ini yang konon katanya lebih maju dalam berpikir bisa mengaplikasikan kesahajaan orang-orang desa itu dalam kehidupan modern kita mungkin hidup ini akan terasa lebih simpel dan tidak rumit.